BERBAGI
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (ist)

JAKARTA, Warta Nasional – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menghimbau daerah-daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepada Daerah (PILKADA) memperketat protokol kesehatan.

“Ada 243 pelanggaran protokol kesehatan. Beberapa pelanggaran tersebut diantaranya ada (kandidat) yang positif (Covid-19) saat mendaftar. Terjadinya kerumunan arak-arakan pendukung, tidak menjaga jarak dan tidak melampirkan hasil swab saat mendaftar” kata Juru bicara Satgas Penganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (17/09).

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga mencatat, hingga 14 September 2020 ada 60 bakal calon dinyatakan positif.

“Karena semua calon kepada daerah ini adalah calon-calon pemimpin yang sedang diuji kepemimpinannya dan tunjukkanlah pada seluruh masyarakat bahwa kita bisa menjaga keselamatan rakyat kita semuanya” imbuhnya.

Wiku menilai, harus ada upaya antisipasi kegiatan-kegiatan kampanye yang berpotensi menimbulkan kerumuman dan menyarankan agar dilakukan dengan cara digital terutama pada daerah berisiko tinggi

“Jawa Timur dan Jawa Tengah berada pada zona risiko tinggi untuk peserta pilkada, karena memiliki jumlah persentase terbanyak. Ada 45 kabupaten/kota dalam zona merah (risiko tinggi) dan 152 kabupaten/kota risiko sedang. Artinya pengetatan protokol kesehatan wajib dilakukan di semua rangkaian kegiatan pilkada. Ini harus menjadi catatan penting untuk semua daerah terutama pada dua wilayah ini,” ujarnya.

Terkait provinsi dengan angka kesembuhan tinggi, Wiku memaparkan mulai dari Kalimantan Barat (86,07%), Sulawesi Tengah (85,24%), Gorontalo (85,18%), Kepulauan Bangka Belitung (84,45%) dan Maluku Utara (82,27%). Oleh karena itu, harus dijaga agar angka kesembuhan tidak turun.

“Sekali lagi kami ingatkan, jangan menciptakan kerumunan karena berisiko meningkatkan penularan. Semua kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa itu dilarang, prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Itu yang harus kita jaga betul,” pungkasnya. (WN-009).

Editor: Sifa Un