BERBAGI
Hikmatul Maulida Stany

Oleh : Hikmatul Maulida Stany

Akhir-akhir ini istilah self love banyak digunakan. Sebenarnya apa sih self love itu ? Secara harfiah self love adalah mencintai diri sendiri, artinya self love dapat didefinisikan sebagai cara kita dalam menghargai diri sendiri, menerima segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki juga mengapresiasi setiap pencapaian dan memaafkan ketika melakukan kesalahan. Namun, sering kali terjadi mis interpretasi terkait istilah self love (mencintai diri sendiri) dengan selfish (egois). Banyak masyarakat yang ingin ‘menyelamatkan’ diri mereka, tetapi takut terkesan egois. Tidak sedikit pula masyarakat yang egois, tetapi berdalih bahwa mereka melakukan self love. Sebenarnya ada beberapa indikator yang membedakan kedua hal tersebut, diantaranya :

  • Self love timbul karena adanya rasa cinta, namun selfish timbul karena adanya ketakutan.
  • Dalam mengambil keputusan orang yang self love akan mempertimbangkan perasaan orang lain. Sedangkan orang yang selfish lebih mementingkan dirinya sendiri.
  • Orang yang self love tidak akan menyalahkan orang lain atau merasa dirinya menjadi korban situasi, hal ini berbanding terbalik dengan orang yang selfish dimana mereka akan menyalahkan orang lain ataupun keadaan terhadap pilihan yang sudah mereka pilih.
  • Self love membuat kita lebih mengenal diri kita dan mau mengakui keterbatasan yang dimiliki, sedangkan selfish akan membuat kita terus memaksakan sesuatu walau sudah mengetahui bahwa diri ini lelah.
  • Seseorang yang self love dapat mengontrol emosinya walau kondisi di sekitar memanas, ia tetap mampu mendengarkan pendapat orang di sekitarnya. Sedangkan mereka yang selfish cenderung meledak-ledak dan memaksakan orang lain untuk mengikuti apa yang diinginkannya.
  • Dan akhirnya, kebahagiaan dan ketenangan yang dirasakan oleh orang yang self love akan lebih bertahan lama ketimbang orang yang

 

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dijelaskan beberapa hal yang masuk ke dalam kategori self love.

  1. Self love artinya kita harus lebih banyak melibatkan diri kita sendiri, maka berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, termasuk merasa diri kita lebih hebat. Hal ini berarti menandakan bahwa kita masih membuat perbandingan dengan yang lain. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau kawan, tetapi kita tidak pernah mengetahui bagaimana usaha tetangga kita untuk membuat rumputnya menjadi sehijau itu. Membandingkan diri akan membuat kita terus merasa buruk dan hanya berfokus pada hal-hal negatif. Syukuri atas segala yang telah didapat dan cukup campur tangan Tuhan yang ada di dalam hidup kita. Ingat, you are amazing, just the way you are.
  2. Move on dari masa lalu. Hidup terus berjalan, kita harus bangkit jika tidak ingin tertinggal, caranya adalah dengan selalu memperbaiki diri. Yang perlu kita ingat bahwa setiap orang memiliki waktu yang sama yakni 24 jam dalam sehari, yang menjadi pembeda adalah cara mereka dalam memanfaatkan waktu tersebut.
  3. Jika merasa lelah, kita dapat beristirahat. Terkadang tanpa kita sadari kita sering dilanda perfectionism, hingga akhirnya kita menuntut diri kita untuk melakukan lebih dan menyangkal segala rasa lelah, rasa marah, dan rasa lainnya. Berusaha memang suatu keharusan, tetapi berani menerima segala hasil dari usaha tersebut merupakan sebuah keberanian. Sesekali meluangkan waktu untuk melakukan refreshing dengan me-time ataupun mengunjungi tempat wisata tidak akan membuat kita terlihat lemah.
  4. Membuat daftar pencapaian dan mengapresiasi nya. Ketika sedang merasa down kamu dapat membaca catatan ini dan melihat betapa banyak hal yang dapat kamu syukuri.
  5. Memaafkan kesalahan dan kegagalan yang telah kita perbuat juga memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Yups, Nobody is perfect. Yang terpenting dari pada berlarut-larut dalam rasa kecewa, marah dan dendam adalah fokus dengan apa yang dapat kita lakukan saat ini.

Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa salah satu manfaat dari self love adalah membuat kita lebih bijak dalam bersikap. Pergi jalan-jalan untuk membeli makanan enak atau berbelanja barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, lalu di-upload ke media sosial dengan hastag “self love”, bukan termasuk self love. Setiap orang memang akan merasa bahagia ketika eksistensinya diketahui  atau bahkan dipuji orang lain, tapi bentuk self love tidak senarsis itu. Tidak masalah jika sesekali kita memberi reward pada diri kita, namun perlu diingat, self love itu cara kita menghormati dan mencintai diri kita hingga menimbulkan perasaan bahwa diri kita berharga dan hal ini tidak bergantung pada orang lain. Ada kalanya diri kita merasa kosong, hingga pujian dari orang lain pun tidak dapat meredakannya, disinilah manfaat self love akan lebih terasa.

Bentuk self love tiap orang berbeda-beda. Untuk saya sendiri yang cenderung introvert, bentuk self love itu ketika saya dapat mengeluarkan pendapat saya dan mengelola perasaan tidak enakan ini. Misalnya ketika saya lelah, saya dapat mengatakan bahwa saya ingin beristirahat terlebih dahulu. Atau ketika saya diperintah untuk melakukan suatu hal yang bertolak belakang dengan prinsip saya, saya berani mengatakan tidak. Ya, tiap orang memiliki self love versi mereka masing-masing. Yang terpenting, self love bukan sebuah pengakuan semata yang kebahagiannya hanya sesaat, melainkan perasaan yang membuat hati kita lega. Karena self love adalah proses yang terus berlanjut selama kita hidup dan tidak akan berhenti ketika kita berhasil membeli sebuah barang hasil diskonan atau membeli barang limited edition sekalipun.

Penulis : Mahasiswa UIN Walisongo Hikmatul Maulida Stany