BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun /Dok/Humas Pemprov Jateng

JEPARA, Warta Nasional – Vaksinasi tahap pertama yang dilakukan scara serentak di wilayah Indonesia, Seluruh Puskesmas di Kabupaten Jepara sudah menyelesaikan prosesnya pada Jum’at 28 Januari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun mengatakan, sebanyak 22 puskesmas sudah menyelesaikan vaksinasi pertama untuk seluruh tenaga kesehatan. Namun, ada beberapa mitra seperti klinik, dokter praktik mandiri, dan bidan praktik mandiri yang masih menyelesaikan vaksinasi tahap pertama.

“Ini akan dilanjutkan hingga Sabtu 30 Januari 2021,” kata Mudrikatun, saat dihubungi, Jumat 29 Januari 2021.

Dari seluruh vaksin yang diterima, lanjut Dinkes, digunakan untuk 4.410 orang tenaga kesehatan (nakes). Namun di Jepara, jumlah nakes yang terdaftar e-tiket Kementerian Kesehatan RI hanya 3.958 orang. Sehingga dari alokasi 4.410 tersebut, vaksin yang diterimakan ke Jepara dipastikan sisa 452 vaksin atau 904 dosis.

“Sisa vaksin ini kami simpan di gudang farmasi, sampai ada e-tiket yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Jumlah itu masih akan ditambah dari sisa vaksin yang tidak jadi diberikan kepada pemilik e-tiket Kemenkes yang tidak jadi divaksin karena masuk kategori eksklusi,” ujar Mudrikatun.

Ditambahkannya, untuk Nakes yang masuk kategori eksklusi sendiri, di Jepara jumlahnya mencapai 521 orang. Sehingga vaksin yang tidak jadi digunakan untuk mereka ini jumlahnya mencapai 1.042 dosis. Nakes yang masuk kategori eksklusi dan tidak bisa divaksin adalah yang tidak memenuhi syarat secara klinis untuk menerima vaksin.

“Ada Nakes yang memiliki penyakit penyerta atau pernah terkonfirmasi positif Covid (penyitas) dan sudah sembuh,” kata Mudrikatun.

Selain itu, lanjut Mundrikatun, ada 311 orang Nakes yang masih harus ditunda pemberian vaksinnya karena tidak lolos screening awal. Sebelum diberikan vaksin, para Nakes memang diperiksa kondisi kesehatannya.

Mereka yang mengalami hipertensi, sampai kadar gula darah tinggi, tidak diperkenankan divaksin lebih dulu. Mereka ini masih akan kembali dilakukan vaksinasi, setelah kondisinya memungkinkan.

“Secara keseluruhan, sejauh ini dari 3.958 (orang) Nakes terdaftar e-tiket Kemenkes yang seharusnya kami vaksin, sebanyak 2.775 (orang) sudah berhasil divaksin, untuk suntikan pertama. Sedangkan 521 Nakes tidak jadi diberi vaksin karena masuk kategori eksklusi. Lalu 311 Nakes, pemberian vaksinnya masih ditunda,” kata Mudrikatun.

Sementara sisanya, sebanyak 351 Nakes yang sudah terdaftar e-tiket Kemenkes, sampai Kamis 28 Januari 2021 tidak hadir untuk mendapatkan vaksin Covid 19. Mereka yang belum hadir, masih dilakukan konfirmasi.