BERBAGI
Sembilan Pos Penyekatan Siap Hadang Pemudik Masuk Semarang
Ilustrasi Gerbang Tol Kalikangkung salah satu sembilan pos penyekatan siap hadang pemudik masuk Semarang/Ambar Adi Winarso-Warta Nasional

SEMARANG, Warta Nasional – Sembilan pos penyekatan siap hadang pemudik masuk Semarang pada masa pembatasan mudik 6-17 Mei 2021.

Pembatasan pemudik Lebaran 1442 H akan diberlakukan bagi pendatang yang mudik masuk Kota Semarang dengan pos penyekatan.

Setidaknya ada sembilan pos penyekatan pemudik yang akan diberlakukan bagi pendatang yang nekat mudik masuk Kota Semarang.

Sembilan pos penyekatan pemudik atau pendatang yang mudik akan ada pada daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang.

Hal ini sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 yang terus melonjak terutama pada saat libur panjang seperti Lebaran dengan fenomena mudik.

Sembilan pos penyekatan ini sekaligus pantauan untuk mudik Lebaran 1442 H, dan telah bertambah jumlahnya dengan tahun lalu.

“Tahun lalu empat pos pantau peneykatan, tahun ini kita perbanyak jadi sembilan titik untuk menyekatan pemudik,” kata Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, di Balaikota Semarang, Senin 26 April 2021.

Setiap pos peneyakatan pemudika akan ada petugas yang berfungsi melakukan pemantauan , sidak serta patroli.

Hendi, sapaan walikota juga meminta para camat dan lurah untuk lakukan sosialisasi terkait pos penyekatan sebagai pembatasan larangan mudik.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tempat karantina atau isolasi bagi para pemudik yang kedapatan pada pos penyekatan.

“Sudah menyiapkan ruang isolasi atau karantina bagi masyarakat yang nekat mudik ke Kota Semarang. Yakni di Rumah Dinas Walikota, dan Gedung Balai Diklat,” kata Hendi.

Sembilan Pos Penyekatan Pemudik

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro P. Martanto menyebut sembilan titik tersebut berada di Gerbang Tol Kalikangkung, Mangkang, Podorejo, Sisemut Ungaran.

Lalu ada pos penyekatan di Genuk, Penggaron, Gerbang Tol Banyumanik, Taman Unyil, dan Cangkiran.

Akses pintu itu merupakan pintu masuk dan keluar dari dan ke Kota Semarang.

Setiap pos penyekatan akan ada penjagaan oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Kesehatan.

“Ada sembilan pos penyekatan penjagaan oleh 500 petugas gabungan,” kata Endro.

Tahapan penyekatan sudah masuk dalam finalisasi yang merupakan tindak lanjut dari himbauan Pemerintah Pusat terkait larangan mudik melalui PM No 13. Tahun 2021.

Menurut dia, aturan tersebut berlaku bagi semua element masyarakat dan warga Indonesia.

“Aturan ini berlaku untuk seluruh warga Indonesia. Untuk kota Semarang sendiri kita tindak lanjuti yakni kita siapkan sembilan pos pantau penyekatan,” katanya.

Secara sistem pengecekan, petugas akan cek pengemudi yang melintas di pos penyekatan untuk menunjukan surat jalan terkait dengan keperluan di Kota Semarang.

“Hal ini akan berlaku bagi seluruh plat nomor kendaraan luar kota,” katanya.

Petugas juga akan melakukan cek fisik seperti suhu tubuh dan tes anti Covid-19, jika ada indikasi positif maka akan ada tindakan isolasi di rumah dinas.

Pemkot juga menyiapkan sanksi bagi pemudik atau pengendara yang masuk ke Semarang tanpa memiliki surat jalan, yakni meminta pengendara untuk putar balik.

“Misal contoh surat jalan bisa keterangan ada yang sakit atau meninggal dari lurah setempat. Kalau tidak ada, ya kita tegas untuk meminta mereka putar balik,” jelasnya. ***

Editor: Ambar Adi Winarso