BERBAGI
Sebanyak 17 bungkus rokok yang tidak bercukai atau polosan disita saat pelaksanaan kegiatan non-yustisial Desa Sriwulan di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Selasa (23/3/2021)/Humas Pemprov Jateng

DEMAK, Warta Nasional –  Saat ini marak merek rokok baru di tengah masyarakat. Maka diperlukan ketelitian untuk mengetahui apakah rokok tersebut legal atau tidak. Biasaya rokok ilegal berada dikisaran harga kurang dari Rp5 ribu.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Demak Aryo Soebajoe menyita 17 bungkus rokok yang tidak bercukai atau polosan saat pelaksanaan kegiatan non-yustisial Desa Sriwulan di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Selasa 23 Maret 2021.

“Saat di lapangan, kami menemui cukai ilegal tersebut, ada juga yang polosan, tidak bercukai. Dan ada pula cukai yang tidak untuk peruntukannya, misalnya pada cukai tertulis isi rokok 16 batang, namun saat dibuka isinya hanya 12 batang,” jelas Aryo.

Aryo berharap, dengan operasi tersebut tidak ada lagi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Demak. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor penerimaan cukai.

Pemilik toko dari Desa Sriwulan, Masodah (56) mengatakan, pihaknya tidak tahu jika rokok yang dijualnya itu ilegal atau tidak.

“Ini hanya titipan, saya belinya Rp3.500 per bungkus. Saya juga tidak tahu jika rokok itu dilarang pemerintah,” ungkap pemilik toko.

Masodah mengaku menyesal dan berjanji untuk tidak akan menjual rokok seperti itu lagi ke depannya.