BERBAGI
Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo saat mengikuti zoom, Sabtu (10/1/2021). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, Warta Nasional – Kagama Lari untuk Berbagi (KLUB) sumbang beasiswa sebesar Rp 156.485.345 untuk mahasiswa UGM yang tidak mampu. Melalui kegiatan tersebut olahraga ini tidak sekadar sehat, sekaligus berdonasi bagi mereka yang membutuhkan.

Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo berharap, olahraga bisa menjadi gaya hidup terutama di tengah pandemi Covid-19. Ganjar mengakui lebih suka bersepeda ketimbang lari, namun karena tujuan KLUB adalah menyumbang, maka ia tetap ikut serta berlari puluhan kilometer, bersama istrinya Siti Atikoh.

“Lumayan kelengerpassion saya tidak lari. Namun tetap ikut karena mau berbagi. Saya harap olahraga menjadi lifestyle kita, tetap memakai masker, berjemur dan mengonsumsi vitamin. Kita dukung terus, kegiatan berlari sambil terus berbagi,” ujar Ganjar, melalui sambungan Zoom, Sabtu (10/1/2021).

Berbeda dari Ganjar, Siti Atikoh mengaku lari adalah salah satu olahraga kegemarannya. Sejak remaja, ia sudah menggemari kegiatan olahraga, mulai dari renang hingga bersepeda.

Kegemarannya berolahraga, berawal dari mindset untuk hidup sehat. Terlebih, dengan pengalaman keluarganya yang memiliki riwayat penyakit.

“Awalnya ayah dan ibu saya juga memiliki penyakit. Kemudian ditanamkan untuk berolahraga, investasi untuk masa depan. Awalnya kesadaran tentang kesehatan, tapi lama-lama jadi hobi,” ucap Atiqoh

Seiring berjalan waktu, Atikoh banyak ikut perkumpulan lari dan bertemu orang-orang yang bisa menginspirasinya untuk terus berlari.

“Berolahraga mengeluarkan hormon kebahagiaan dan kenyamanan. Lari adalah salah satu olahraga yang mudah dan murah,” ungkap Atikoh.

Alumnus UGM, sekaligus Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, turut hadir dalam acara daring tersebut. Ia menyebut, olahraga merupakan syarat agar seseorang jadi bugar.

“Dulu saya malas olahraga dengan dalih pekerjaan. Namun, saya diberikan cobaan (terkena penyakit). Kini saya rutin berjalan thimik-thimik sejauh lima kilometer setiap hari. Rasanya saya lebih muda 30 tahun,” ungkap Budi.

Sementara itu, Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan KLUB. Menurutnya, hal ini adalah upaya dari alumnus untuk membantu dan tetap terkoneksi dengan universitas yang ada di Bulak Sumur itu.

“Donasi yang diberikan terima kasih, nanti akan disampaikan dari Pak Ketum (Kagama) kepada mahasiswa mahasiswi yang membutuhkan. Mudah-mudahan kegiatan berlari ini bisa menginspirasi masyarakat dan meluas di Yogyakarta. Terima kasih, kepada KLUB semoga terus menebar inspirasi dan memberi manfaaf,” pungkas Mada Panut Muyono.