BERBAGI
Pemerintah Kota Surakarta menggandeng mitra google meluncurkan pemanfaatan teknologi geospasial berbasis google maps API dan street view di Balaikota Surakarta. Rabu (10/2/2021)/Dok/Humas Pemprov Jateng/

SURAKARTA, Warta Nasional – Untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah, Pemerintah Kota Surakarta menggandeng mitra google meluncurkan pemanfaatan teknologi geospasial berbasis google maps API dan street view, pada hari Rabu 10 Februari 2021.

Teknologi tersebut digunakan untuk membantu menyurvei objek pajak bumi dan bangunan serta pajak daerah lainnya.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset  daerah ( BPPKAD) Kota Surakarta Yosca Herman Soedrajad menyampaikan, sebanyak 130 ribu sampai 150 ribu data pajak bumi dan bangunan di kotanya belum ter-update. Sehingga, data yang ada belum valid.

“Saat petugas akan mendata kembali di lapangan, tapi mengalami kendala pandemi virus Corona,” ungkapnya.

Menyiasati kondisi tersebut, imbuhnya, pemkot Surakarta memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat. Mereka menggunakan teknologi google maps dan street view, yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperbarui data PBB. Dengan begitu, pendapatan daerah bisa meningkat.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyambut baik teknologi geospasial itu, untuk menunjang peningkatan pemasukan daerah. Dia berharap, pemanfaatan teknologi tersebut bukan hanya untuk pajak bumi dan bangunan, namun juga dalam pengurusan pendataan IMB, pendataan ruas jalan, dan pemukiman di Kota Surakarta.

Ditambahkan Wali Kota, penggunaan teknologi geospasial dalam peningkatan pendapatan pajak daerah dilakukan dengan menampilkan data polygon dan detail objek pajak secara real time, di peta google maps dan peliputan street view.  Nantinya hal itu akan terintegrasi dengan aplikasi yang ada di setiap OPD Kota Surakarta.

Metode yang digunakan, operator melakukan survei PBB dengan street view, lalu didigitasi objek pajak pada peta google maps. Selanjutnya, akan ditampilkan data statistik untuk pengambilan keputusan.

“Dengan teknologi ini, data yang ada di sistem pemerintahan dapat menciptakan beragam kebijakan yang lebih cepat, akurat, dan murah,” tandas wali kota.