BERBAGI
Foto WN - Pengurus TB-HIV Care Aisyiyah Jawa Tengah

SEMARANG, Warta Nasional – Penyakit Tuberkulosis (TB) di Indonesia sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum dapat diatasi terutama di wilayah Jawa Tengah.

“Untuk menurunkan insidensi dan kematian akibat TB di Indonesia selain dibutuhkan komitmen kuat dari pengambil kebijakan dalam melaksanakan program penanggulangan TB,” kata Koordinator Sub Recipient (SR) TB HIV Care Aisyiyah Jateng II, Kiki Ahmad Harmoko dalam rilis yang diterima wartanasional.com di Semarang, Kamis (8/11).

Kiki, mengungkapkan diperkirakan pada tahun 2015 angka insiden TB di Indonesia 399/100.000 dengan perkiraan angka prevalensi 647/100.000 dan angka kematian TB-HIV sebesar 8,5 per 100.000 penduduk serta insiden TB-HIV sebesar 25 per 100.000 penduduk (Global Report TB Tahun 2015).

Sementara itu, TB-HIV Care ‘Aisyiyah Jawa Tengah kini fokus melaksanakan program tingkat provinsi atau SR (Sub Recipient) Community dengan mengadakan pelatihan kader TB komunitas serentak sejak 18 November hingga 5 Desember 2016 untuk ke-13 daerah.

“Kami fokus di daerah Jawa Tengah yakni meliputi Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Pemalang, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Kab. Sukoharjo, Klaten, Purworejo, Wonosobo, Purbalingga dan Kota Tegal,” papar kiki.

Kiki, menambahkan pelatihan kader TB komunitas itu, merupakan pelatihan yang bertujuan untuk membentuk kader sebagai bagian dari struktur pengendalian TB berbasis masyarakat yang mandiri. (WN-005).