BERBAGI
pemutakhiran DPB Bawaslu Kota Semarang
Optimalisasi pemutakhiran DPB oleh Bawaslu Kota Semarang pasca DPT Pilwakot Semarang 2020/Ambar Adi Winarso-Doc Bawaslu Semarang

SEMARANG, Warta Nasional – Temuan Bawaslu Kota Semarang saat pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) 2021 ada 566 pemilih meninggal dunia.

Bawaslu Kota Semarang melakukan optimalisasi pencermatan dan pemutakhiran DPB 2021 pasca DPT pada Pilwakot Semarang 2020 lalu.

Staf Bawaslu Kota Semarang langsung melakukan proses Pencermatan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) pasca DPT 2020.

Optimalisasi dengan cara melalui memperhatikan data kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 104 huruf e Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, menerangkan bahwa Bawaslu Kabupaten/Kota berkewajiban mengawasi pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih secara berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten/Kota.

Nining Susanti, Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, menyatakan dari pencermatan DPB menemukan pemilih TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

“TMS yakni pemilih ganda, pemilih baru, pemilih yang berstatus TNI/Polri, dan pemilih pindah domisili yang masih terdaftar dalam DPB Tahun 2021,” kata Nining Susanti, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Selasa 23 Maret 2021.

Karenanya, sebagai bentuk pencegahan, Bawaslu Kota Semarang akan mengoptimalisasi pencermatan atau pemeliharaan Daftar Pemilih Berkelanjutan.

Sebagaimana tertuang dalam Pasal 104 huruf e Undang-Undang 7 Tahun 2017.

Nining menjelaskan rincian TMS yakni menemukan pemilih meninggal dunia sejumlah 566 pemilih, pemilih pindah domisili sejumlah 194 pemilih.

Lalu ada pemilih baru sejumlah 2 pemilih, pemilih berstatus TNI/POLRI berjumlah 4 pemilih, dan pemilih ganda sejumlah 1 pemilih.

Bawaslu selanjutnya akan menyampaikan dan melaporkan temuan DPB 2021 tersebut kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera melakukan pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk selanjutnya.

Bawaslu berharap KPU Kota Semarang menindaklanjuti temuan DPB yang masuk dalam daftar DPT TMS untuk lakukan validasi dan berkualitas.

Pemutakhiran DPB pada DPT nantinya akan menghindari tidak ada lagi TMS.

“Harapan kami, KPU Kota Semarang segera menindaklanjuti dan memvalidasi temuan yang telah kami sampaikan agar Daftar Pemilih Berkelanjutan menjadi lebih validasi dan berkualitas,” jelas Nining. ***