BERBAGI
Bupati Jepara Dian Kristiandi/Dok/Humas Pemprov Jateng/

JEPARA, Warta Nasional – Angka kemiskinan di Kabupaten Jepara paling rendah dalam kategori kabupaten se-Jawa Tengah tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam kegiatan konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jepara 2022 dan musyawarah perencanaan pembangunan 2021 di Gedung Shima kompleks kantor Sekda Jepara, beberapa hari yang lalu.

“Secara umum di Jateng tercatat angka kemiskinan di Jepara menempati urutan keempat terendah, setelah Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Pekalongan. Namun, untuk kategori kabupaten, Jepara menempati peringkat pertama angka kemiskinan terendah di Jateng,” terang Bupati Jepara.

Disampaikannya, meskipun berada di peringkat pertama terendah, namun jumlah penduduk miskin di Jepara sedikit meningkat dari 6,06 persen pada 2019 menjadi 7,17 persen pada 2020.

“Peningkatan ini terjadi merata di setiap daerah akibat pandemi Covid-19,” kata Andi, sapaan akrab Bupati.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut bupati, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Baik dalam hal politik anggaran, maupun pembuatan kebijakan yang mengarah kepada program priorotas pengentasan kemiskinan.

“Kita harus perhatikan, tahun depan menjadi capaian akhir dalam RPJMD periode 2017-2022. Mana yang masih tertinggal harus diperhatikan,” kata Andi.

Dikatakan bupati, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2022 melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), akan memprioritaskan untuk pemulihan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan dan pertanian, perkebunan.