Tingkatkan Daya Beli Konsumen, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak UMKM Branding Produk

Branding berupa spanduk untuk UMKM bidang kuliner (Foto: Dok Pribadi)

BOYOLALI, Warta Nasional –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN RDR) UIN Walisongo lakukan pendampingan branding produk UMKM warga desa Jaten, Kecamatan Klego.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu KKN-RDR yakni dengan mengajak UMKM untuk melakukan branding produk guna meningkatkan daya beli konsumen ditengah adanya persaingan bisnis,” kata Siti Asiyah, mahasiswa KKN dalam keterangannya, Senin (12/10).

Langkah Asiyah sapaan akrabnya, dilatar belakangi oleh sebuah UMKM bidang kuliner produk mie ayam yang mengalami kendala pemasaran selama pandemi ini.

“Akhirnya saya mengajak Mas Dwi selaku pemilik untuk branding produk miliknya dan melakukan digital marketing atau pemasaran melalui digital” imbuhnya.

Asiyah menuturkan, UMKM ini perlu dilakukan pendampingan, mengingat ini kali pertama pemilik terjun dunia bisnis, agar mampu bersaing dengan bisnis bidang kuliner lainnya.

“Usaha ini perlu adanya branding produk yakni membentuk identitas yang paling umum dimana penawaran diberikan identitas untuk membuatnya dapat diidentifikasi dan dibedakan di pasar, yakni berupa pemasangan papan spanduk mengenai produk yang dijual dengan identitas logo yang menarik, jadi dengan hal tersebut orang-orang yang lewat dipinggir jalan akan mudah mengetahui keberadaan Mie Ayam milik mas Dwi yang sebelumnya hanya dipasangi identitas berupa selembaran kertas HVS saja,” tegasnya.

Terkait digital marketing, Asiyah juga memberikan saran untuk memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram.

“Di era modern seperti ini pelaku usaha harus melek dan Go Digital yakni harus bisa memanfaatkan teknologi digital guna memperkenalkan produk di kalangan masyarakat secara lebih luas, tentunya agar masyarakat lebih tertarik dengan memberikan inovasi kepada produk misalnya dengan menyajikan varian berbagai toping anti maenstream seperti memakai toping ayam semur, ayam panggang, jamur, bakso, pangsit dan lain-lain tentunya juga mengedepankan kuliatas makanan yang terjamin kelezatannya.” imbuhnya.

Selaku pelaku usaha, Dwi mengaku senang mendapatkan pendampingan terkait branding dan digital marketing dari mahasiswa KKN.

“Saya senang sekali dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini sehingga sekarang orang-orang yang lewat dipinggir jalan dapat mengetahui keberadaan mie ayam milik saya dengan adanya pemasangan spanduk yang menarik ini dan juga saya jadi punya gambaran untuk mengembangkan inovasi usaha ini dengan variatif serta siap memasarkannya lewat facebook seperti itu,” pungkasnya. (WN)

Editor: Sifa Unn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *