BERBAGI
perekaman Kartu Tanda Penduduk secara elektronik (KTP-el)/Humas Pemprov Jateng

PEKALONGAN, Warta Nasional – Sebanyak 8.928 orang atau sekitar 3,87 persen penduduk Kota Pekalongan tercatat belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk secara elektronik (KTP-el).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Pekalongan, Drs Suciono mengatakan, e-KTP menjadi salah satu dokumen administrasi kependudukan penting yang menunjukan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup.

Urgensi itulah yang mendorong pihaknya terus melakukan inventarisasi data warga Kota Pekalongan secara berkala. Perekaman data KTP-el juga dilakukan dalam rangka mendukung percepatan program Single Identity Number (SIN) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat.

Pada 2021, pihaknya berencana kembali melakukan perekaman data secara jemput bola kepada warga. Salah satunya dengan pendataan langsung ke seluruh kelurahan di wilayah Pekalongan. Sebelum pandemi Covid-19 merebak, perekaman KTP-el dilakukan bersamaan dengan pendataan para pemilih dalam Pilkada serentak.

“Kami juga bekerjasama dengan Dindik untuk mendata peserta didik yang usianya sudah 16 tahun. Sebelum adanya pandemi, kami lakukan perekaman jemput bola ke sekolah-sekolah. Karena masih pandemi, perekaman akan menyasar kelurahan se-Kota Pekalongan,” beber Suciono, di kantornya, Senin 22 Maret 2021 lalu.

Ditambahkan, perekaman data KTP-el juga dilakukan terhadap warga yang belum genap berusia 17 tahun, yakni warga berusia 16 tahun. Namun, KTP-el warga tersebut akan dicetak dan diserahkan ketika usia pemohon genap 17 tahun. Perekaman data KTP-el juga bisa dilakukan di kantor Dindukcapil Kota Pekalongan.

“Ini yang perlu masyarakat ketahui. Kalau sudah melakukan perekaman, nanti tinggal ambil tidak perlu melakukan perekaman lagi. Bisa langsung ke kantor Dindukcapil Jl. Majapahit No.18, Podosugih,” terang Suciono.