BERBAGI
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi saat Konferensi Pers Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, di Ruang Command Center, Jumat (15/1/2021). (Foto: Humas Pemkab Magelang)

MAGELANG, Warta Nasional – Tahapan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Magelang akan dimulai pada Februari 2021 dengan prioritas tenaga kesehatan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu dengan vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Nanda saat Konferensi Pers Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, di Ruang Command Center, Jumat (15/1/2021).

“Kita punya tanggung jawab bersama-sama agar masyarakat semakin yakin bahwa ini adalah salah satu harapan agar pandemi ini bisa segera berakhir dengan kita dukung program vaksinasi nasional,” ujar Nanda.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang berpesan agar semua pihak memberikan optimisme pada masyarakat bahwa vaksin ini penting.

“Tentunya ada satu kendala (pengecualian) yang tidak bisa mendapatkan vaksin yaitu penyintas, orang yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19,” jelas Nanda.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti menyebutkan tujuan vaksinasi yang pertama adalah menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19 dan mencapai kekebalan kelompok.

“Sehingga konsep dasar dari kekebalan kelompok ini kita semua tahu kalau kita memvaksin 70% penduduk, insya Alloh yang 30 persen nanti otomatis terlindungi,” papar Retno.

Harapannya jika sudah mendapat vaksin, imunitas meningkat karena tentara dalam tubuh lebih kuat sehingga bisa lebih produktif.

“Di Kabupaten Magelang tenaga kesehatan tadinya kita identifikasi pertama ada 3.273 kemudian data terakhir yang diakomodir Kementerian Kesehatan sebanyak 2.762. Nakes itu meliputi dokter, perawat, bidan sampai dengan satpam yang bekerja di fasilitas kesehatan,” rinci Retno.

Para Nakes direncanakan divaksinasi pada Februari 2021, dengan target sasaran SDM Kesehatan 695.

“Tapi data ini sangat dinamis, bisa berubah kapan saja,” ungkap Retno.

Tahap 2 vaksinasi pada pelayan publik menurut rencana Februari – April 2021, terutama OPD yang memberikan pelayanan publik contohnya Dinas Pendidikan, Dinas Pasar, Dinsos, juga kewilayahan misalnya perangkat desa, TNI Polri.

Tahap 3 bagi masyarakat rentan direncanakan pada April 2021 – Maret 2022, juga tahap 4 bagi masyarakat umum dan pelaku ekonomi lainnya.

“Total semuanya 795.548. Target capaian minimal 80 persen, yakni sekitar 600 ribu,” pungkas Retno.