BERBAGI
Adaptasi teknologi sukses Wong Art Bakery di masa pandemi
Wong Art Bakery tularkan kiat adaptasi teknologi jadi kunci sukses bisnis selama pandemi disela Zoom Meeting ShopeePay dan pegiat UKM Semarang/Ambar Adi Winarso-Dok. Shopee

SEMARANG, Warta Nasional – Wong Art Bakery sukses bisnisnya berkat adaptasi teknologi selama pandemi Covid-19.

Wong Art Bakery Cafe Semarang bahkan tidak mengurangi karyawan dan tetap memberikan THR dan gaji berkat adaptasi teknologi.

Adaptasi teknologi oleh Wong Art Bakery Cafe dengan memanfaatkan layanan order online dan transaksi pembayaran digital.

Saat ini, bisnis yang bermula dari bisnis puding mini, Wong Art telah memperluas sayap usahanya menjadi restoran dan berbagai kue artisan.

Philip Wong, Founder Wong Art Bakery Cafe menyebut jika kunci adaptasi teknologi dan mengikuti tren zaman diaplikasikan oleh toko kue legendaris di kota Semarang ini.

“Pandemi memang berimbas pada bisnis, namun bisnis Wong Art tetap kokoh berdiri dengan adaptasi teknologi,” kata Philip Wong, saat zoom meeting bersama Shopee dan pegiat UKM Semarang, Selasa 6 April 2021.

Adaptasi Teknologi ShopeePay

Philip Wong mengatakan, melalui adaptasi kebiasaan masyarakat, Wong Art bertransformasi agar terus memenuhi kebutuhan konsumen.

Terutama dukungan dari putrinya yang lebih mengenal teknologi dan tren yang ada, banyak sekali perubahan pada bisnis Wong Art yang memacu pertumbuhan bisnis.

“Adopsi pembayaran digital ShopeePay yang telah banyak digunakan masyarakat segala kalangan menjadi salah satu kuncinya,” katanya.

Philip mengakui, justru saat pandemi omset dan jumlah order katering meningkat tajam beberapakali lipat jika membandingkan saat sebelum pandemi.

Dia menerapkan seperti katering rice box yang higienis dan aman bagi konsumen perusahaan yang memesan secara online saat pandemi.

Selain itu, Philip Wong juga memodifikasi packaging atau tampilan kue tradisional khas Semarang jadi makanan populer untuk pesta dan acara resmi.

Melaui inovasi adaptasi, kue tradisional bukan lagi sebagai jajanan yang hanya ada di pasar-pasar tradisional saja.

“Saya sempat belajar ke luar negeri bagaimana mengolah kue tradisional negara lain bisa populer, dan ternyata bisa saya terapkan,” katanya.

Apresiasi Wakil Walikota Semarang

Sementara itu, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Pendiri dan Pembina Komunitas Ruang Hebat mengapresiasi inovasi yang berhasil Wong Art terapkan selama pandemi.

Menurut Mbak Ita, sapaanya, selain kunci adaptasi juga adanya kolaborasi antara pemerintah, UKM dan platform startup seperti ShopeePay selama pandemi.

“Wong Arts sukses karena adaptasi dan kolaborasi bersama ShopeePay selama pandemi agar transkasi aman dan nyaman,” kata Wakil Walikota Semarang itu.

Mbak Ita menyebut jika tantangan bisnis UKM di Kota Semarang selama pandemi adalah untuk tetap memiliki semangat tidak menyerah.

“Tidak hanya kolaborasi, packaging juga inovasi, tidak mudah menyerah agar UKM naik kelas dan survive,” katanya.

Cashback 60 Persen ShopeePay

Sementara itu, program ShoopePay mengenalkan cashback 60 persen bagi siapa saja yang belanja pada tiga pusat UKM di Semarang.

Program cashback 60 persen ShopeePay berlaku pada tiga pusat UKM yakni Pasar Ikan Hias Kota Semarang, Pujasera Simpang Lima, dan Food Fair Ciputra.

Cashback 60 persen belanja dengan ShopeePay ini sebagai stimulus UKM lokal untuk mengembangkan bisnisnya masa pandemi dengan inklusi pembayaran digital.

Cashback 60 persen dari ShopeePay ini berlaku mulai dari 4 sampai 10 April 2021.

ShopeePay juga memperkenalkan Mitra Shopee sebagai layanan yang dapat membantu para pemilik warung tradisional di Semarang dan kota lainnya.

Guna memberikan kesempatan bagi mereka mendapatkan penghasilan tambahan dari

penjualan produk pulsa, paket data, token PLN, voucher game dan produk digital lainnya.

Unduh aplikasi Shopee secara gratis melalui App Store atau Google Play dan segera aktifkan ShopeePay.  ***

Editor: Ambar Adi Winarso