BERBAGI
Ziarah makam identitas jatidiri NU PKB
Pengurus PKB dan NU Kota Semarang ziarah makam sesepuh Dewan Syuro pertama/Ambar Adi Winarso-Dok.PKB Semerang

SEMARANG, Warta Nasional – Ziarah makam jadi identitas jatidiri NU dan PKB. Terutama bulan Ramadan ini moment yang tepat untuk ziarah makam baik sanak famili atau sesepuh yang dituakan.

Ziarah makam menjadi tradisi bagi PCNU dan PKB Kota Semarang. Bahkan ziarah makam menjadi jati diri PKB dan warga NU sampai sekarang.

Salah satunya telah dilakukan ziarah makam saat Ramadan di makam Dewan Syuro pertama.

Ketua DPC PKB M. Mahsun bersama Sekretaris Juan Rama dan beberapa jajaran pengurus ziarah di makam Ketua Dewan Syuro Pertama DPC PKB Kota Semarang, KH Achmad Abdullah, pada Kamis 16 April 2021 lalu.

Ziarah makam ini menjadi penting karena Kyai Achmad adalah Tokoh NU Kota Semarang yang memberikan tanah wakaf untuk Kantor PCNU di Jl. Jenderal Sudriman Semarang.

Kyai Achmad juga pernah menjabat ketua Dewan Syuro PKB Kota Semarang di masa awal pendirian, yaitu tahun 1998 hingga 2002.

Makam yang diziarahi adalah komplek makam keluarga ulama Kauman Semarang.

Di lokasi tersebut dimakamkan pula Ketua Dewans Syuro DPC PKB ketiga, yaitu KH Muhammad Azim Wasi’. Kyai Azim wafat pada 24 Oktober 2020. Beliau adalah keponakan dari KH Achmad Abdullah.

Terdapat pula makam KH Turmudzi Taslim al hafidz dan ulama beperngaruh di Semarang pada zaman masing-masing.

“Ziarah ini adalah jati diri kami. Dan ini merupakan satu-satunya partai politik yang mengurus anggotanya baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia,” kata Mahsun, Senin 19 April 2021.

Hal itu karena PKB adalah partai milik NU, sehingga harus “menyapa” anggotanya baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Mahsun berharap dengan menjalankan secara konsisten amalan-amalan NU seperti ziarah kubur bisa mengambil pelajaran untuk menghargai jasa jasa para pendahulu.

“Khususnya yang telah berjuang membesarkan PKB Kota Semarang,” katanya.

Sebelumnya, selain ziarah kubur, kegaitan untuk mendo’akan seluruh kader partai di semua tingkatan sudah dilakukan sebelum Ramadhan tiba.

Yaitu para pengurus tingkat kecamatan (Dewan Pengurus Anak Cabang) maupun tingkat kelurahan (Dewan Pengurut Ranting) telah bersama-sama menggelar acara Doa Arwah Jama.

“Untuk mendoakan secara serentak para kader yang telah meninggal dunia. Serta para orang tua dan leluhur yang telah tiada,” katanya. ***

Editor: Ambar Adi Winarso